Sabtu, 07 Juli 2012

Nama Baik


Alkisah pada suatu ketika Angin, Air, dan Nama Baik sedang mengadakan perjalanan bersama-sama. Angin biasa datang terburu-buru seperti orang yang sedang marah. Bisa melompat disini dan menendang debu disana. Air berjalan dalam bentuk seorang putri. Ia selalu membawa kendi ditangannya, meneteskan beberapa air di atas tanah sekitarnya. Nama Baik berwujud dalam seorang pemuda yang tampan dengan sikap-sikap yang baik, namun sedikit pemalu. 

Mereka saling menyukai meskipun mereka sangat berbeda satu sama lain. Ketika mereka harus berpisah, mereka bertanya, “Kapan kita bisa bertemu untuk mengadakan perjalanan yang lain lagi?”.

Angin menjawab, “Engkau akan selalu menemukan aku di puncak gunung-gunung atau melompat-lompat di sekitar kakimu. Meniup debu kemana kamu pergi.”

Air berkata, “Aku juga akan selalu ada disekitarmu. Kamu bisa pergi ke laut, sungai, atau bahkan dapur untuk menemuiku.”

Nama Baik tidak mengatakan apa-apa. Angin dan Air bertanya, “Nama Baik kapan dan dimana kita akan bertemu lagi?”.

Nama Baik menjawab, “Kamu tidak akan bertemu aku lagi dimanapun. Siapapun yang telah kehilangan aku sekali saja, takkan pernah bisa mendapatkan aku lagi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar