Jumat, 26 Desember 2014

Putuskan dan Lakukan!


Luka mungkin tak terhindarkan, namun peluang tak bisa dipastikan akan berulang. Menerjang untuk mendapatkan kesempatan menang, atau memilih berbelok mencari zona aman???

Berdiam diri memang tidak disalahkan, namun melihat ada yang mampu berlari, bukankah hal itu menjadi pertanyaan? 

Rasa takut adalah hal yang wajar. Dalam pengambilan keputusan untuk melakukan perubahan, dia adalah dinding penghalang. Menerjang atau tidak, kamu sendiri yang mengambil keputusan!!

Kalahkan rasa takutmu! Jangan pernah puas untuk terus menjadi lebih baik!!

Minggu, 07 Desember 2014

Mental Baja


Jika rencana ini tidak berjalan dengan lancar pasti akan sakit sekali. Aaah tapi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan rasa sakit karena tidak melakukan apa-apa. 

Bukan hak kita untuk menentukan, kita hanya diberi wewenang untuk berjuang menggapai impian. Kalah tidak pernah ada, sebelum ia meracuni jiwa. Kegagalan adalah alasan untuk terus mencoba, karena ternyata ada banyak jalan lain menuju Roma. 

Hidup ini kita sendiri yang menentukan. Terus maju meski dengan merangkak, atau jalan ditempat karena didepan ada banyak perangkap. 

Hidup ini bertingkat-tingkat. Siapa yang lebih tinggi sudah selayaknya mendapat lebih banyak. Meski demikian, menjadi raja atau tentara hakikatnya sama saja, tiada yang lebih baik diantara mereka karena memang kemampuan kita berbeda. 

Jika mau mangukur, timbanglah dengan cara yang berbeda. Apakah dalam memegang peran yang berbeda-beda  ini, sang raja sudah berjuang setara segagah para tentara yang rela mati pertama di garis pertahanan? Jangan sekali-kali menjelek-jelekan karena setiap elemen saling membutuhkan.


Jumat, 05 Desember 2014

Kapan majunya?


Apapun program yang diberikan, ajaran seperti apapun yang ditanamkan, jika kesejahteraan masyarakat tidak dipenuhi, jalan pintas tetap menjadi prioritas. Pernyataan ini terlalu dangkal, tapi pada kenyataanya hal tersebut yang nampak di keseharian.

Mental-mental tempe yang tidak seharusnya dipertahankan. Entah berapa lama lagi hal ini akan terus bertahan, tergantung dari generasi mendatang dan para calon bapak dan ibu, seperti anda-anda sekalian.  

Selasa, 02 Desember 2014

Gampang ada di Ujung Jalan


Langit dekat dalam pandangan, namun tak terjangkau dengan lengan. Jangan terlalu menyepelehkan yang terlihat gampang, buktikan dulu dengan tindakan baru kemudian utarakan dengan lisan!

Memperkirakan dan merencanakan tidak disalahkan, tapi realisasi jelas diutamakan.

Mental Tempe


Baik ya baik. Buruk ya buruk. Jangan yang buruk dibaik-baikan karena lemah dan yang baik di buruk-burukan karena iri.

Jika berfokus pada kesalahan, bahkan yang nomor satu pun tak akan luput. Setidak berdaya itukah KAMU

Orang lemah yang mengaku kuat, melakukan perubahan saja dia tak dapat. Pecundang yang mengaku pemenang, yang menumbangkan lawannya dengan cara menusuk dari belakang!

Keangkuhan Pribadi


Aku tak mengeluh dengan keadaan tak mudah ini. Semuanya kujalani. Rasa dongkol hanya ada dalam hati, dan segera ku alihkan fokus ku untuk melakukan hal lain yang lebih berarti. Berlama-lama dengan emosi negatif tak membawa manfaat, yang ada malah membawa sakit dan citra yang tak sedap.

Jika marah ini sedang membara, ku lepaskan ia dengan cara bekerja jauh lebih keras. Ku bungkam musuh-musuh ku dengan hasil kerja luar biasa. 

Pukul lah aku! Maka kamu akan tahu bahwa aku seribu kali lipat lebih kuat dari pada seranganmu. Raga ini memang tak bidang, tapi semangat didalamnya tak pernah padam. Meski badanku tergeletak, tapi pikiranku selalu tegak.   

Selasa, 25 November 2014

Kepalsuan



Kebanyakan orang dibutakan dengan kata juara, hingga tak peduli dengan jalan yang ia lalui. Barangkali cara yang tidak sah menempatkan kita di posisi tertinggi, namun disana tak ada kemenangan sejati yang mendebarkan hati. 

Kepalsuan hanya akan menghadapkan kita dengan ketidaknyamanan dan beban. Jauh dari apa yang sebenarnya kita miliki, kehilangan jati diri sendiri. Terlunta-lunta dalam mengikuti, terjebak dalam lingkaran kebohongan tiada henti. 

Tak ingin terlihat buruk adalah hal yang wajar, namun menggunakan pakaian orang, apa iya hal itu dibenarkan? Terlalu burukah semua yang kita miliki hingga tak sedikitpun menemukan hal yang berarti?

Satu tangga dua tangga, jika dengan kemampuan sendiri, tetap akan ada rasa bangga dalam dada. Jika hari esok ingin lebih tinggi, berikutnya hanya perlu menguatkan kaki. Jika hanya bermalas-malasan, lebih baik tak usah bermimpi!

Hidup ini tak hanya berkutat pada masa lalu. Bumi ini terlalu luas untuk tidak menemukan orang lain yang mau menerima kesalahanmu yang dahulu. Masih ada banyak orang baik yang sangat bijak dalam bertingkah dan bertutur kata. Majulah dan jangan menyerah!

Jika kamu tetap menyerah. Pahamilah bahwa Tuhanmu Maha Pemurah. Hidup ini tak terlalu lama, bahkan mungkin tak sampai melampaui hitungan jari. Jika tak ada manusia yang mau menerima, sesungguhnya ridho Tuhan sudah membayar segala-galanya. 

Rabu, 19 November 2014

Iri..?


Dan masuklah lebih dahulu baru kemudian berseru!  Desas-desus tak seharusnya menjadi dasar untuk berkomentar! Karena hanya pikiran yang terlalu dangkal yang membenarkan apa yang didengar tanpa dasar. 

Sungguh itu adalah ketakutan yang tak dapat dibenarkan. Rasa iri yang menjadi-jadi. Pemahaman yang salah karena terlalu rakus akan duniawi. Tak menyadari bahwa mati tak pula membawa upeti.

Ukuran kita tak sama, lakukan saja sebaik-baiknya. Dari pada hidup menderita, jika memang tak mampu maka akui saja apa adanya!

Nilai Perjuangan



Orang mungkin berkata berada di tempat yang jauh bukanlah hal yang mudah. Tapi aku mencoba berpikiran lain. Ketidaknyamanan ini adalah alasan untukku terus bergerak sehingga aku dapat menemuimu dalam keadaan yang lebih layak.

Wahai Adinda.. Tak bertemu bukan berarti tak satu. Waktu yang membuat kita menunggu membuat segalanya menjadi semakin seru. 

Kertas hitungan mundur tak pernah lepas dari dalam saku. Menanti coretan terakhir hingga aku benar-benar bisa melihat senyum manismu.


Jika cinta adalah perjuangan. Maka melakukan perbaikan adalah hal yang harus dilakukan. Jika cinta adalah penerimaan. Maka kekurangan bukanlah alasan yang perlu dibesar-besarkan untuk tidak saling memandang.

Selasa, 18 November 2014

Menerangi Bangsa



Bisa jadi raga disiksa, namun pikiran ini akan tetap bebas mengembara.
Aku akan terus maju tanpa ragu. Karena memang sudah ada banyak pendahuluku yang mampu menyusuri jalan berliku itu.

Aku memilih dengan meminta petunjuk Mu ya Rabb.
Maka tuntunlah dan jadikanlah setiap langkah kedepan yang ku ambil sebagai bentuk kebaktianku kepada Mu.

Wahai Indonesiaku.
Akan ku curahkan segala yang ku miliki untuk menerangimu hingga pelosok-pelosok dan di setiap penjuru. Sebagai bentuk pengabdianku dan rasa cinta terhadapmu.
Tersenyumlah.. tersenyumlah.. engkau wahai bangsaku.