Selasa, 17 Februari 2015

Tak Selamanya




Kepemilikan ini tak selamanya, maka sayang-sayanglah selagi ada. Seperti keberadaan ini pun ada batasnya, maka jagalah baik-baik sebelum ia hilang entah kemana.

Hidup datang dan pergi begitu saja. Tak pernah bercerita kapan berjumpa dan dimana dia akan sirna.


Mengambil kesengan tidak disalahkan, namun berbagi kebahagiaan akan lebih ditinggikan. Membalas pukulan pun tak menyalahi aturan, namun menahan energinya dalam-dalam sebagai pemicu loncatan di titik tertinggi agaknya akan lebih memberikan arti.


Dunia ini tak sebaik indukmu, yang apapun bentukmu, ia akan menangis jika kehilanganmu. Dunia ini tak diisi dengan satu kepala, jika kamu tak memberikan nilai guna, keberadaanmu tak akan dianggapnya. Jatuh pun siapa peduli. Bisa kembali bangkit sepenuhnya adalah kehendak pribadi.


Pendukung tak selalu ada, karena mereka pun sibuk memikirkan nasibnya. Lalu jika tak memperkuat diri sendiri, sampai sejauh mana kamu akan mampu berdiri? Memilih menyerah? Silahkan saja! Toh kamu mati pun masih ada jutaan pengganti yang sudah mengantri.