Rabu, 11 Juli 2012

Kisah Seekor Belalang


Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari dia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan jauh darinya. 

Dengan penasaran dia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?”.
Belalang itupun menjawab dengan pertanyaan, “Dimana kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti apa yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. 

Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir apakah benar anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka dari pada mempercayai diri sendiri. 

Tidakkah anda pernah menanyakan kepada nurani bahwa anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau anda mau menyingkirkan kotak itu? Tidakkah anda ingin membebaskan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini anda anggap diluar batas kemampuan anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai apapun yang anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila anda sudah sampai dipuncak, semua pengorbanan itu akan terbayar. 

Kehidupan anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan anda. Bukan cara hidup seperti apa yang mereka pilihkan untuk anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar