Sabtu, 21 Juli 2012

Mimpi menjadi Seorang Pembicara


Menjadi pembicara dalam acara Chapcus


Impian menjadi seorang pembicara awalnya mustahil bagi saya, bagaimana tidak..? Ngomong pun tak lancar, belepotan, dan keringat dingin keluar semua. Tapi berbekal rasa yakin dan perbaikan diri terus menerus, walaupun tak begitu baik, ternyata bisa juga. 

Yup.. mungkin ini terkesan memaksa, mengadakan acara sendiri, dan diisi sendiri sebagai seorang pembicaranya, hehe.. habis bagaimna lagi, gak mungkin juga dengan kapasitas saya yang begini, tanpa pencapaian yang berarti dan tanpa prestasi yang dapat dibanggakan, jelas tak akan ada yang akan memanggil saya untuk menjadi seorang pembicara dalam suatu acara. 

Bagamanapun saya sudah mempersiapkan semua ini dari jauh-jauh hari, semua materi yang saya dapat dari banyak pembicara hebat, dan dari buku-buka yang sudah saya baca, saya mencoba untuk mengambil kesimpulan dan mencoba merangkainya dengan apik sehingga bisa disampaikan dengan cara yang menarik.
Dalam acara ini, yang menjadi objek adalah anak SMA kelas 3 yang akan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Saya yang sudah pernah melewati masa itu, sedikit banyak tahu apa saja yang mereka butuhkan pada masa peralihan itu. Dan tentu saja, materi yang saya sampaikan terkait hal tersebut.Dibantu oleh beberapa orang rekan, kami mencoba mengkonsep acaranya.

Dalam obrolan yang panjang, disepakati bahwa nama acaranya adalah “Chapcus (chapter cerita untuk sago)”. Kenapa kami mengambil nama itu karena, disini yang menjadi panitia adalah teman-teman sekelas saya dulu waktu SMA, dan nama kelas kita adalah chapter. Cerita, karena memang pada acara ini basicnya adalah cerita, cerita tentang pengalaman-pengalaman, metode, trik, dll. Untuk Sago, karena yang menjadi objek disini adalah anak-anak Sago (Satu Gombong), julukan buat sekolah saya waktu itu. 

Jauh hari sebelum saya merencanakan untuk mengadakan acara ini, saya pernah menulis sebuah mimpi di buku catatan saya. Waktu itu, saya menuliskan ingin bisa memberikan beasiswa kepada dua orang anak SMA yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi sebelum saya lulus menjadi seorang sarjana. Teringat dengan mimpi itu, saya pun berniat untuk memadukan kedua mimpi tersebut. Hadir sebagai seorang pembicara dan memberikan beasiswa kepada dua orang peserta yang memenuhi syarat yang ditentukan. 

Smester 5 menjadi smester yang berat buat saya, selain memikirkan kuliah dan organisasi, saya juga harus memikirkan bagaimana bisa bertahan hidup disana dan bagaimana bisa mewujudkan mimpi saya untuk bisa memberikan beasiswa. Dengan niat tulus, kerja keras, dan doa, Alhamdulillah ada banyak keajaiban yang terjadi. Memang rejeki itu bisa datang dari mana saja, bahkan dari jalan yang tidak kita sangka-sangka. Coba saja teman! Pasti kalian akan tekjub dan mungkin tak percaya kenapa bisa demikian.
Dalam sebuah obrolan bersama teman-teman yang bersedia menjadi panitia, saya menceritakan masalah beasiswa tersebut, dan ternyata teman-teman disitu juga banyak yang ingin membantu juga, Alhamdulillah kan..? menambah pundi-pundi beasiswa yang bisa diberikan. Bersama-sama kami menentukan syarat dan ketentuan bagi penerima beasiswa.

Dengan konsep sederhana dan peralatan serta perlengkapan yang seadanya, acara Chapcus ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 29 Januari 2012 yang lalu. Targetnya hanya 20 peserta, tapi ternyata yang mendaftar ada seratus lebih peserta. Karena hal itu, kami memindahkan ruangan darri ruang kelas jadi di aula. 

Ketika sebuah mimpi bisa terwujud, apalagi ada orang-orang yang mendukung atas tercapainya mimpi itu. Rasanya bahagia sekali kawan. 

Mari bermimpi..!
Karena dengan bermimpi kita tahu kemana pagi ini dan hari-hari berikutnya kita akan melangkah..
Semangat..!!

It's my time to show up..!!
Pembicara Muda

Sharing dari peserta

Games seru pencair suasana

We are the Champions

Memutarkan kotak bantuan

Mewakili teman-teman menyerahkan bantuan kepada Pak Timan

Pada acara ini, kami dari panitia juga mendatangkan seseorang yang kurang mampu dari segi financial yang bertempat tinggal tidak jauh dari Sago. Dan disini para peserta diajak untuk membantu bapak tersebut dengan menyisihkan sedikit uangnya untuk bapak tersebut.

Saya melihat ada senyum bahagia dari bapak tersebut karena telah dibantu oleh teman-teman peserta dan panitia. Disini bapak tersebut juga berdoa untuk kita semua yang ada pada acara tersebut, khususnya untuk para peserta kelas 3 SMA yang sedang menunnggu hasil kelulusannya.

"Semoga semua yang ada disini diberi kesuksesan, khususnya buat adek-adek yang sedang menunggu hasil ujian, semoga lulus semuanya, amin."

Berdoa dengan khusuk
Saya menutup sesi sharing dengan berdoa. Berharap segala asa dan harapan yang masih dalam alam mimpi segera diizinkan Tuhan berada dalam genggaman para pemiliknya, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar