Sabtu, 26 Mei 2012

Tak Tergantikan


Lelaki idaman dengan  brilliant “marriage proposal”nya..
Berjalan dengan langkah tegap mengetuk pintu sang pemilik rumah…
Saat berhadapan wajahnya cerah penuh kedamaian..

Sedikit obrolan kecil mencairkan suasana..
Pada moment yang tepat  dengan lembut dia berkata..

Bapak..
Puji syukur kepada Tuhan yang telah menitipkan bidadari dirumah ini…
Hati berkata elok memaksa diri untuk mengimbangi..
Lama nian aku berjuang mempersiapkan diri..
Membuat pantas hingga bisa bersandar dengan kata hebat yang menjadi idaman..
Segala usaha dan doa telah aku curahkan..
Untuk beberapa catatan sederhana yang mungkin tak lebih berharga dari perhiasan yang dipenuhi sinar gemerlap..
Berharap rencana besar dan hal mulia yang aku cantumkan bisa menjadi izin untuku membawa anakmu pulang..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar