Rabu, 11 April 2012

vertikal (HORIZONTAL)

Aku sangat yakin memelukmu melebihi segala kenikmatan yang pernah ada..
Tapi bahkan saat aku hadir dihadapanmu, tak sekalipun hingga hari ini bisa bertahan lebih dari lima menit untuk tetap berjalan lurus dijalur yang ada..
Entahlah.. Saat itu otak selalu bergetar mencari banyak hal lain yang menuntut untuk segera dipikirkan..
Tidakkah ada suatu peredam yang bisa membuatnya lebih tenang..??

Aku sangat yakin engkau lebih indah dari segala hal yang pernah aku lihat..
Tapi aku tak ingin berbohong, perempuan cantik yang engkau ciptakan itu tetap lebih berpengaruh..
Aku masih lebih sigap ketika dipanggil olehnya dari pada mendengar seruanmu..
Aku bisa dengan segera lebih segar ketika diajak bepergian olehnya, dan tak terkantuk-kantuk seperti saat mendengar cerita tentangmu di pengajian ba’da subuh setiap paginya..

Aku sangat yakin dengan segala hal tentangmu..
Simpulan yang engkau berikan melebihi segala kesempurnaan dalam disiplin ilmu yang pernah aku pelajari..
Tak ada asumsi, tak ada pengabaian..
Terjawab semuanya tanpa cacat..
Tapi tidakkah aku orang yang munafik..?
Karena pada kenyataannya aku lebih banyak memikirkan disiplin ilmu yang penuh dengan asusmsi dan pengabaian tersebut..

Haruskah aku menuntutmu untuk membawa ku terbang ketempatmu dan mengembalikannya kembali ke tempat ini agar jiwaku bisa terbuka dan bisa benar-benar melihatmu  untuk menjadikanmu nomer satu..?
Sungguh betapa lemah dan bodonya aku jika menuntut demikian..
Tak cukupkah dengan melihat tanda-tanda kebesaran yang engkau berikan untuk bisa membuatku paham dan mengerti tentang segala hal yang harus aku kerjakan disini..?
Apa iya harus melihat ekor waktu agar aku bisa mengerjakan semuanya dengan ikhlas dan penuh kesungguhan..?

Aku masih terlalu lemah..
Dengan segala ketidak pastian akan waktu pemberhentian..
Ini menjadi hal yang sangat menakutkan bagiku..

Betapapun aku terus mencoba untuk mencari dan menemukan..
Dan segala ketetapan menjadi hak mu atas segala yang telah tercipta..

Ketika aku tak bisa menjadi besar..
Maka aku mohon , jadilah yang besar didalam jiwaku..
Ketika aku berjalan melenceng..
Maka aku mohon, pekakanlah telingaku mendengar suara hati saat aku berjalan sendiri..

Yang tak terlihat sering mendatangkan keraguan..
Karena mata tak mampu menembus tembok yang tak transparan..
Kita berbekal hati yang bisa melihat sangat dalam menembus dimensi tanpa batas..
Namun ia sering tak dipedulikan sehingga menjadi begitu kecil dan getarannya tak terdengar..

2 komentar:

  1. Wah,,, si kaka lagi galau yah?" hhe :D
    keren ka',

    follow blog sya juga ya ka' :D
    arif3cahyadi.blogspot.com :D

    BalasHapus
  2. ndak galau itu..
    hhati sedang berbicara, hehe..

    siap..

    BalasHapus