Selasa, 17 Mei 2016
Jangan Berlebihan
Cinta dan Luka
Yang pernah dicintai jangan dilukai, barangkali suatu hari kamu membutuhkannya lagi. Jangan hanya karena satu kesalahan, ribuan kebaikan yang telah dilakukan dilupakan. Seseorang tak bisa terus-menerus menjadi malaikat untukmu, ketika dihadapkan pada hal yang lebih menyenangkan ia pun akan bimbang. Jika kamu tak menguatkan, tak bisa disalahkan jika ia pergi meninggalkan.
Hidup tak terlalu lama dan
kesenangan hanya tipuan belaka. Jika tak memiliki tujuan yang mulia, jangan
kaget jika terbangun dalam keadaan gelap gulita.
Sabtu, 19 Maret 2016
Tak Banyak
Mungkin aku bukanlah pecinta yang sempurna. Namun aku adalah
orang yang akan memberikan segalanya, menaruh semua yang aku punya agar bisa
membuatmu bahagia. Mungkin aku bukanlah pemimpin yang bijaksana. Namun aku
adalah orang yang selalu membuka diri untuk belajar segalanya, mengerahkan seluruh
jiwa raga untuk mendapat ilmu baru yang berguna.
Sayaang tak banyak yang aku harapankan.
Jauh diatas segala hal, alasan tentang semua keikhlasan ini,
alasan atas rasa ridho ini, tak lain karena aku ingin mendapati bahwa Tuhan
mengenaliku sebagai pemimpin yang benar.
Bantu aku untuk mewujudkannya, dengan doa darimu, dengan tutur
kata lembut darimu dan dengan sikap kasih sayangmu kepadaku. Pengingat disaat
aku lalai dan pemberi semangat disaat aku letih.
Sayaaang.
Jika aku tak mampu memberi sesuai harapan, semoga rasa sabar yang terbenam dalam jiwamu, akan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih manis dari apa yang telah dibayangkan. Jika aku tak mampu berbuat adil kepadamu, semoga atas keridhoanmu kepadaku, Alloh juga ridho kepadamu. Aamiin.
Sayaaang.
Jika aku tak mampu memberi sesuai harapan, semoga rasa sabar yang terbenam dalam jiwamu, akan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih manis dari apa yang telah dibayangkan. Jika aku tak mampu berbuat adil kepadamu, semoga atas keridhoanmu kepadaku, Alloh juga ridho kepadamu. Aamiin.
Minggu, 22 November 2015
Menunggu Karyamu
Apa karya yang akan kamu tinggalkan?
Mungkin tidak banyak orang yang menanyakan hal tersebut pada
dirinya sendiri. Bagaimana tidak, terlalu banyak hal menarik yang dapat
dinikmati di dunia ini.
Memang tak ada salahnya, karena setiap orang berhak menjadi
apapun yang mereka inginkan. Namun pernahkah bertanya secara jujur pada diri sendiri, sudah
benarkah cara ku melewati hari demi hari? Sudah benarkah sikap dan perilaku
ini? Adakah manfaat yang aku tinggalkan untuk diriku sendiri dan dunia ini?
Jika tak terselesaikan,
setidaknya dalam perjuangan mewujudkan. Jika belum terlaksanakan, setidaknya
sudah diniatkan. Jika tak mampu memikirkan, setidaknya tetap diam dan tak berbuat
kerusakan. Tuhan Maha Adil, Dia tak membandingkanmu dengan manusia lain, namun
Dia mengukur apa yang telah dianugerahkan dengan apa yang kamu tinggalkan.
Wahai teman, selama nafas ini masih berhembus, karyamu bukan
hanya angan, mimpimu bukan hanya buaian. Apalah kata orang, tak usah
dihiraukan, jalankan saja apa yang ada dalam pikiran. Rintangan pastilah ada,
namun dengannya kamu menjadi manusia yang lebih berharga.
Iyaa.. kami masih menunggumu. Bergegaslah kawan!
Sabtu, 05 September 2015
Morning Thought
Setiap orang yang kita temui, baik yang disuka ataupun
tidak, pada hakekatnya hanyalah perantara. Apapun hubungan itu, pada akhirnya
akan dipertanggungjawabkan masing-masing.
Kita tak lebih dari seonggok daging yang memiliki banyak
keterbatasan. Rasanya sangat tak pantas untuk berjalan dengan menengadahkan
kepala keatas. Entahlah, setinggi apa yang dimengerti, atau karena tak memahami
apapun tentang semua ini.
Bahkan dengan segala kebaikan yang dihimpun tiap waktu,
rasanya masih tak cukup untuk sekedar membayar satu detakan jantung yang bahkan
kita tak menyadari berapa jumlah yang diberi dalam satu hari.
Lantas dari mana datangnya perkataan aneh seperti
"menjelek-jelekan orang lain"? Apakah karena memiliki jaminan, dia
tak kan pernah membutuhkan mereka yang ia jelek-jelakan di masa yang akan
datang? Atau karena dia adalah pribadi yang tak mempermasalahkan untuk menjilat
kembali ludahnya yang telah ia buang?
Jika mau memikirkan secara mendalam. Maka sabar adalah
kebaikan saat bertemu dengan orang yang tak disuka, dan syukur adalah kebaikan
saat bertemu dengan orang yang dicinta. Tak perlu takut tertindas, jika tak
membalas. Kalau memang pantas, Tuhan memiliki nikmat yang tak terbatas.
Sabtu, 22 Agustus 2015
Kesalahan menjadi Pengalaman
Manusia terlalu unik untuk di generalisasi. Bahkan untuk perkara yang jelas-jelas sama, bisa jadi setiap orang memiliki pandangan yang berbeda.
Bayang-bayang yang tergambar
dibenaknya terbetuk dari ilmu dan pengalaman yang sudah dipelajari. Mungkin kita
sering merasa heran dengan jalan pikiran orang lain, tingkah laku mereka,
ataupun kesimpulan yang meraka ambil dari setiap kejadian yang mereka hadapi.
Orang bijak tentunya tak akan
tergesa-gesa mengeluarkan kata dari mulutnya.
Hanya karena alasan tak suka, tak
sepantasnya membeberkan kejelekan orang keseluruh penjuru dunia. Apalagi jika penilaian
itu hanya sekedar dugaan saja. Sesempit itu kah cara menyikapi ketidaksukaan?
Manusia bukan Dewa yang bisa
menyenangkan siapa saja. Dibalik jutaan kejelekan yang ada, dia memiliki
sesuatu yang menarik. Ucapkanlah kata-kata yang baik, maka dia akan menjadi
pribadi yang asyik.
Di tengah hujan lebat, bukan tak
mungkin ada matahari. Kamu hanya perlu menggambarnya untuk membuatnya ada. Di setiap
kejadian yang pahit, bukan berarti tak ada sisi yang baik. Kamu hanya perlu
mengubahnya dari ”Sebuah Kesalahan” menjadi “Sebuah Pengalaman”.
Rabu, 05 Agustus 2015
Memilih dan Bertahan
Saat orang lain mencari yang terbaik, biarlah hati ini tetap
teguh mempertahankan dengan cara yang terbaik. Saat orang lain mencari
kecocokan, biarlah hati ini belajar sabar menghadapi perbedaan.
Jika yang menjadi sudut pandang adalah bagaimana diri ini merasa nyaman, rasanya tak kan pernah cukup. Tapi jika yang dipahami adalah bagaimana mempertanggungjawabkan setiap hal yang dilewati, rasa syukur akan selalu menjadi pendamai didalam hati.
Karena konsekuensi memilih tak hanya berlaku disisi yang
menyenangkan, dalam badai ombak sekalipun , harus tetap bertahan.
Langganan:
Postingan (Atom)



