Rabu, 05 Agustus 2015

Memilih dan Bertahan



Saat orang lain mencari yang terbaik, biarlah hati ini tetap teguh mempertahankan dengan cara yang terbaik. Saat orang lain mencari kecocokan, biarlah hati ini belajar sabar menghadapi perbedaan.

Jika yang menjadi sudut pandang adalah bagaimana diri ini merasa nyaman, rasanya tak kan pernah cukup. Tapi jika yang dipahami adalah bagaimana mempertanggungjawabkan setiap hal yang dilewati, rasa syukur akan selalu menjadi pendamai didalam hati. 

Karena konsekuensi memilih tak hanya berlaku disisi yang menyenangkan, dalam badai ombak sekalipun , harus tetap bertahan. 

Selasa, 17 Februari 2015

Tak Selamanya




Kepemilikan ini tak selamanya, maka sayang-sayanglah selagi ada. Seperti keberadaan ini pun ada batasnya, maka jagalah baik-baik sebelum ia hilang entah kemana.

Hidup datang dan pergi begitu saja. Tak pernah bercerita kapan berjumpa dan dimana dia akan sirna.


Mengambil kesengan tidak disalahkan, namun berbagi kebahagiaan akan lebih ditinggikan. Membalas pukulan pun tak menyalahi aturan, namun menahan energinya dalam-dalam sebagai pemicu loncatan di titik tertinggi agaknya akan lebih memberikan arti.


Dunia ini tak sebaik indukmu, yang apapun bentukmu, ia akan menangis jika kehilanganmu. Dunia ini tak diisi dengan satu kepala, jika kamu tak memberikan nilai guna, keberadaanmu tak akan dianggapnya. Jatuh pun siapa peduli. Bisa kembali bangkit sepenuhnya adalah kehendak pribadi.


Pendukung tak selalu ada, karena mereka pun sibuk memikirkan nasibnya. Lalu jika tak memperkuat diri sendiri, sampai sejauh mana kamu akan mampu berdiri? Memilih menyerah? Silahkan saja! Toh kamu mati pun masih ada jutaan pengganti yang sudah mengantri.




Jumat, 26 Desember 2014

Putuskan dan Lakukan!


Luka mungkin tak terhindarkan, namun peluang tak bisa dipastikan akan berulang. Menerjang untuk mendapatkan kesempatan menang, atau memilih berbelok mencari zona aman???

Berdiam diri memang tidak disalahkan, namun melihat ada yang mampu berlari, bukankah hal itu menjadi pertanyaan? 

Rasa takut adalah hal yang wajar. Dalam pengambilan keputusan untuk melakukan perubahan, dia adalah dinding penghalang. Menerjang atau tidak, kamu sendiri yang mengambil keputusan!!

Kalahkan rasa takutmu! Jangan pernah puas untuk terus menjadi lebih baik!!

Minggu, 07 Desember 2014

Mental Baja


Jika rencana ini tidak berjalan dengan lancar pasti akan sakit sekali. Aaah tapi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan rasa sakit karena tidak melakukan apa-apa. 

Bukan hak kita untuk menentukan, kita hanya diberi wewenang untuk berjuang menggapai impian. Kalah tidak pernah ada, sebelum ia meracuni jiwa. Kegagalan adalah alasan untuk terus mencoba, karena ternyata ada banyak jalan lain menuju Roma. 

Hidup ini kita sendiri yang menentukan. Terus maju meski dengan merangkak, atau jalan ditempat karena didepan ada banyak perangkap. 

Hidup ini bertingkat-tingkat. Siapa yang lebih tinggi sudah selayaknya mendapat lebih banyak. Meski demikian, menjadi raja atau tentara hakikatnya sama saja, tiada yang lebih baik diantara mereka karena memang kemampuan kita berbeda. 

Jika mau mangukur, timbanglah dengan cara yang berbeda. Apakah dalam memegang peran yang berbeda-beda  ini, sang raja sudah berjuang setara segagah para tentara yang rela mati pertama di garis pertahanan? Jangan sekali-kali menjelek-jelekan karena setiap elemen saling membutuhkan.


Jumat, 05 Desember 2014

Kapan majunya?


Apapun program yang diberikan, ajaran seperti apapun yang ditanamkan, jika kesejahteraan masyarakat tidak dipenuhi, jalan pintas tetap menjadi prioritas. Pernyataan ini terlalu dangkal, tapi pada kenyataanya hal tersebut yang nampak di keseharian.

Mental-mental tempe yang tidak seharusnya dipertahankan. Entah berapa lama lagi hal ini akan terus bertahan, tergantung dari generasi mendatang dan para calon bapak dan ibu, seperti anda-anda sekalian.  

Selasa, 02 Desember 2014

Gampang ada di Ujung Jalan


Langit dekat dalam pandangan, namun tak terjangkau dengan lengan. Jangan terlalu menyepelehkan yang terlihat gampang, buktikan dulu dengan tindakan baru kemudian utarakan dengan lisan!

Memperkirakan dan merencanakan tidak disalahkan, tapi realisasi jelas diutamakan.

Mental Tempe


Baik ya baik. Buruk ya buruk. Jangan yang buruk dibaik-baikan karena lemah dan yang baik di buruk-burukan karena iri.

Jika berfokus pada kesalahan, bahkan yang nomor satu pun tak akan luput. Setidak berdaya itukah KAMU

Orang lemah yang mengaku kuat, melakukan perubahan saja dia tak dapat. Pecundang yang mengaku pemenang, yang menumbangkan lawannya dengan cara menusuk dari belakang!