Tampilkan postingan dengan label Mechanical. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mechanical. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juli 2012

Masalah pada Furnace dan Boiler


Permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi pada Combustion Furnace and Boiler 

a.       Nyala Api Bergelombang
Indikasi Masalah
·         Terdengar suara gemuruh
·         Nyala api terlihat erratic (tidak konsisten)
·         Jilatan lidah api kadang-kadang panjang
Pengaruh Oprasional
·         Dapat mengakibatkan kerusakan refractory
·         Dapat mengakibatkan kerusakan burner
Penyelesaian Masalah
·         Kurangi pemakaian fuel sampai sesuai kebutuhan pembakaran
·         Naikan draft furnace dengan menambah bukaan damper
·         Atur pembakaran sesuai kapasitas burner

b.      Lidah Api Menyentuh Tube
Indikasi Masalah
·         Secara visual ujung lidah api nampak menyentuh permukaan luar tube
Pengaruh Oprasional
·         Dapat mengakibatkan terjadinya hot spot pada tube
·         Dapat mengakibatkan tube failure akibat terjadinya coking pada tube
Penyelesaian Masalah
·         Bersihkan burner
·         Yakinkan udara pembakaran tercukupi
·         Yakinkan lubang tip tidak terarosi
·         Yakinkan posisi burner dan lubang tip lurus
·         Yakinkan distribusi udara

c.       Flashback Pada Mixers
Indikasi Masalah
·         Perhatikan flame back bagian dalam mixer
·         Perhatikan overheating pada bagian luar mixer
Pengaruh Operasional
·         Dapat mengakibatkan kerusakan burner
·         Menurunnkan kinerja heater
Penyelesaian Masalah
·         Naikan tegangan gas pada burner
·         Bersihkan burner
·         Ganti gas tip

d.      Bentuk Nyala Api Tidak Beraturan
Indikasi Masalah
·         Nyala sebagian burner panjang dan sebagian lainnya pendek
Pengaruh Operasional
·         Dapat mengakibatkan hot spot
·         Inefisiensi oprasi
Penyelesaian Masalah
·         Bersihkan tip burner (gas atau Oil)
·         Atur semua bukaan air register dengan posisi yang sama
·         Atur draft untuk meyakinkan aliran udara sama pada semua burner
·         Periksa aligment burner dan tip burner

e.      Fuel Oil Tercecer
Indikasi Masalah
·         Fuel oil menetes dari burner dan mengakibatkan genangan minyak dibawah burner
Pengaruh Operasional
·         Operasi tidak aman
·         Inefisiensi operasi dan pembakaran
·         Pembentukan coke pada lantai
Penyelesaian Masalah
·         Atur temperature fuel oil
·         Atur fuel oil gun
·         Atur steam differential pressure
·         Bersihkan fuel oil gun
·         Periksa lubang tip, mungkin tererosi

f.        Nyala Api Panjang dan Berasap
Indikasi Masalah
·         Secara visual nyala api tampak panjang dan berasap
Pengaruh Operasional
·         Inefisiensi pembakaran
·         Setting cot tidak tercapai
·         Permukaan tube terdapat deposit jelaga
·         Pembentukan coke di dinding
Penyelesaian Masalah
·         Atur tekanan steam
·         Bersihkan fuel oil gun
·         Atur draft
·         Yakinkan fuel oil tip sesuai standard
·         Periksa distribusi udara

g.       Nyala Api Miring
Indikasi Masalah
·         Nyala api tampak miring kesalah satu sisi
Pengaruh Operasional
·         Hot spot pada tube
Penyelesaian Masalah
·         Periksa sirkulasi flue gas
·         Bersihkan burner tip
·         Periksa kemiringan burner dan tip
·         Periksa distribusi udara

h.      Burner Padam dan Susah Dinyalakan
Indikasi Masalah
·         Operator tidak dapat menyalakan burner
Pengaruh Operasional
·         Kegagalan start up
Penyelesaian Masalah
·         Reposisi pilot sehiingga nyala pilot dapat menyambar burner
·         Yakinkan fuel (gas atau oil) mengalir ke burner dengan baik
·         Tutup air register
·         Atur tip (gas atau oil) pada lokasi yang sesuai

i.        Tekanan Gas Tinggi
Indikasi Masalah
·         Tekana fuel pada fuel line lebih tinggi dari keadaan normal yang diperlukan untuk heat release
Pengaruh Operasional
·         Nyala api bergejolak
·         Hot spot
·         Sulit mencapai temperature cot
Penyelesaian Masalah
·         Bersihkan orifice fuel pada burner
·         Bersihkan tip
·         Atur draft burner sesuai kebutuhan heat release

j.        Temperatur Stack Tinggi
Indikasi Masalah
·         Temperatur stack cenderung naik diatas desain stack temperatur
Pengaruh Operasional
·         Menurunkan efisiensi furnace
·         Konsumsi fuel dan biaya operasi naik
Penyelesaian Masalah
·         Atur ekses oksigen
·         Atur draft
·         Bersihkan seksi konveksi
·         Lakukan shoot blowing pada tube

k.       Overheating Pada Seksi Konveksi
Indikasi Masalah
·         Refractory rontok dari atas
·         Draft pada seksi konveksi cenderung pada tekanan positif
·         Struktur baja dapat melengkung
Pengaruh Operasional
·         Unit shutdown
Penyelesaian Masalah
·         Buka stack damper untuk meningkatkan draft dari positif agar lebih negatif
·         Jika damper telah terbuka, kurangi firing rate untuk mengeliminasi tekanan positif pada inlet konveksi

l.        Suara Gemuruh Saat Menyalakan Fuel Oil
Indikasi Masalah
·         Operator akan mendengar suara gemuruh dari burner
Pengaruh Operasional
·         Nyala api tidak stabil
·         Nyala api kadang-kadang hilang
Penyelesaian Masalah
·         Periksa kebocoran steam by pass valve
·         Periksa kandungan air pada fuel oil
·         Naikan tekanan fuel oil
·         Jika memungkinkan naikan ibf fuel oil, jika tidak ubah fuel oil gun dari concentric tube menjadi dual tube

m.    Nyala Api Diatas Burner
Indikasi Masalah
·         Nyala api yang terbakar agak jauh diatas tip
Pengaruh Operasional
·         Potensi tidak aman
Penyelesaian Masalah
·         Perbaiki tip (fuel gas atau oil)
·         Periksa flame holder
·         Atur primary air

n.      Nyala Api Pilot Padam
Indikasi Masalah
·         Pilot tidak menyala
·         Pilot tidak dapat dinyalakan
Pengaruh Operasional
·         Potensi tidak aman
Penyelesaian Masalah
·         Atur draft
·         Atur primary air pada pilot mixer
·         Periksa tekanan gas pilot dan atur bila perlu
·         Periksa stabilitas nyala api

o.      Nyala Api Di Burner Naik Turun
Indikasi Masalah
·         Perhatikan pada mixer akan cenderung panas dan nampak kemerahan
Pengaruh Operasional
·         Kondisi nyala api tidak stabil
Penyelesaian Masalah
·         Kurangi tekanan fuel pada burner
·         Naikan draft pada burner dengan membuka stack damper

p.      Nox Tinggi
Indikasi Masalah
·         Pengukuran Nox di stack tinggi
Pengaruh Operasional
·         Emisi Nox melebihi ambang batas yang diijinkan
Penyelesaian Masalah
·         Cek secondary air register
·         Cek O2 level
·         Cek aliran fuel gas pada primary gas tip dan staged gas tip

Kamis, 28 Juni 2012

Deaerator


Deaerasi adalah perlakuan terhadap air untuk menghilangkan gas-gas yang larut dalam air. Adapun gas-gas yang larut dalam air adalah : 

·         Oksigen ( O2 )
·         Karbondioksida ( CO2 )
·         Hidrogen ( H2S ) 

Pengaruh gas CO2 dalam air dapat menyebabkan air bersifat asam. Bila gas ini terkandung dalam air, maka air menjadi korosif terhadap pipa yang akan membentuk besi karbonat yang larut. Didalam air yang terkandung 2-50 ppm CO2, air bersifat korosif. Gas yang mempercepat korosi adalah oksigen, korosif yang terjadi mengakibatkan lubang-lubang. Untuk menghilangkan gas-gas terlarut seperti oksigen, dapat didilakukan dengan cara mekanis atau kimiawi.

Metode deaerasi ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : 

1.       Metode deaerasi dengan sisitem pemanasan
Proses deaerasi pemanasan adalah proses pemisahan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanik yang telah dirancang sedemikian rupa yang digunakan untuk proses kerja sesuai dengan yang diinginkan. Prinsip dasar dari deaerasi dengan sisitem pemanasan adalah apabila temperature dinaikkan pada air maka kelarutan dari gas-gas akan berkurang atau turun. Jadi syarat-syarat terjadinya deaerasi secara maksimal itu sangat tergantung pada temperature. Jika temperature tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka deaerasi tersebut tidak berjalan baik. 

2.       Metode deaerasi dengan system penambahan zat kimia ( perlakuan kimia )
Deaerasi dengan system penambahan zat kimia adalah dengan cara memasukkan larutan kimia kedalam air.

Pengenalan Deaerator
Deaerator adalah alat yang bekerja untuk membuang gas-gas yang terkandung dalam air ketel, sesudah melalui proses pemurnian air ( water treatment ). Selain itu deaerator juga berfungsi sebagai pemanas awal air pengisian ketel sebelum dimasukkan kedalam boiler. Deaerator bekerja berdasarkan sifat dari oksigen yang kelarutannya pada air akan berkurang dengan adanya kenaikan suhu. Pengenalan deaerator dapat dilihat pada gambar berikut.

Deaerator


 Alat deaerator ini terdiri dari dua drum dimana drum yang lebih kecil merupakan tempat pemanasan pendahuluan dan pembuangan gas-gas dari bahan air ketel, sedangkan drum yang lebih besar adalah merupakan tempat penampungan bahan air ketel yang jatuh dari drum yang lebih kecil di atasnya. Pada drum yang lebih kecil terdapat spray nozzle yang berfungsi untuk menyemprot bahan air ketel menjadi butiran-butiran air halus agar proses pemanasan dan pembuangan gas-gas dari bahan air ketel lebih sempurna. Juga pada drum yang lebih kecil disediakan satu saluran vent agar gas-gas dapat terbuang ( bersama steam ) ke atmosfer.

Unsur utama dalam menentukan keberhasilan dari proses ini adalah kontak fisik antara bahan air ketel dengan panas yang diberikan oleh uap. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses deaerator adalah :

·         Jumlah aliran air kondensat
·         Jumlah aliran bahan air ketel
·         Tekanan dalam deaerator
·         Level air dalam deaerator

Jika deaerator tidak dapat bekerja dengan baik, dapat berpengaruh buruk terhadap sistem air umpan, sistem kondensat, dan juga akan menaikkan pemakaian bahan kimia. Untuk mencapai efisiensi deaerator yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : 

·         Pertahankan suhu dan tekanan yang setinggi mungkin sesuai dengan rancangan
·         Pastikan steam / uap keluar / venting dari deaerator bahwa oksigen dan gas-gas yang tidak terkondensasi ikut keluar
·         Lakukan inspeksi bagian dalam deaerator untuk memastikan semua komponen tidak mengalami kerusakan

Bagian-Bagian Utama Deaerator
Untuk menunjang kerja deaerator, maka pada deaerator tersebut perlu dilengkapi dengan instrumen pengkuran, yang berguna untuk me-monitoring operasi atau kerja dari deaerator itu sendiri. Gambar dibawah ini menunjukan tentang bagian-bagian utama dari deaerator dan beberapa instrumen pengukuran yang melengkapinya.

Komponen Deaerator


Jenis-Jenis Deaerator
Adapun jenis-jenis deaerator yang sering dijumpai adalah : 

a.       Deaerator type Spray
Deaerator ini digunakan apabila air umpan perlu dipanaskan lebih dahulu dengan mempergunakan uap sebagai pemanas. Seperti gambar II.3 dibawah ini, uap yang masuk kedalam deaerator aliran memecahkan air menjadi serpihan-serpihan kecil yang mengakibatkan gas-gas yang larut dalam air dipaksa keluar sehingga konsentrasi oksigen dalam air turun.

Deaerator type Spray


b.      Deaerator type Vakum
Mekanisme kerja deaerator vakum adalah gas-gas yang larut dalam air dihilangkan dengan mempergunakan ejector uap atau atau dengan pompa vakum, untuk memperoleh vakum yang diperlukan, mekanisme deaerator vakum dapat dilihat pada gambar II.4 berikut. Besarnya vakum tergantung pada suhu air, akan tetapi biasanya 730 mmHg.

Deaerator type Vakum


c.       Deaerator type Tray
Pada deaerator tipe tray seperti yang terlihat pada gambar II.5 dibawah, memaksimalkan sekat-sekat ( Tray ) sebagai media untuk memperbesar ruang jatuh dari pada air sehingga molekul-molekul air akan saling terpisah satu dengan yang lainnya, jadi tray pada deaerator jenis ini adalah untuk memaksa molekul air untuk menyebar sehingga mempermudah pelepasan udara.

Deaerator type Tray

Rabu, 27 Juni 2012

Refrigrasi Termoakustik


Termoakustik (thermoacoustics) adalah suatu bidang yang berhubungan dengan fenomena fisis, di mana perbedaan suhu dapat membangkitkan gelombang bunyi, dan sebaliknya gelombang bunyi dapat menghasilkan perbedaan suhu. Suatu gelombang bunyi (akustik) di dalam gas biasanya hanya dipandang sebagai osilasi-osilasi tekanan dan gerak, padahal osilasi suhu juga selalu terjadi. Bila bunyi merambat dalam kanal-kanal kecil, maka kalor yang berosilasi juga akan mengalir ke dan dari dinding-dinding kanal. 

Gabungan semua osilasi ini akan menghasilkan fenomena atau efek termoakustik.
Fenomena atau efek ini kemudian dapat dimanfaatkan sebagai salahsatu mekanisme refrigerasi.
Pada umumnya kita mengenal sistem refrigerasi konvensional dengan kompresi mekanik dari kompresor. Akan tetapi, termoakustik menggunakan gelombang akustik yang mengalami resonansi sebagai media pengompresi dan pengekspansi.

Awal mula ditemukannya Termoakustik

Fenomena termoakustik sendiri sebenarnya telah ditemukan sejak lama. Salah satu bentuk fenomena ini adalah terciptanya gelombang suara akibat adanya gradien temperatur, yang telah ditemukan lebih dari dua abad yang lalu. Penjelasan mengenai fenomena ini pertama kali diungkapkan pada tahun 1887 oleh Rayleigh pada “Theory of Sound”. Rayleigh menjelaskan proses produksi osilasi sebagai berikut:

Bila sejumlah kalor dilepaskan ke udara saat terjadi kondensasi (kompresi), atau diserap saat terjadi evaporasi (ekspansi), akan terjadi vibrasi pada partikel-partikel udara.

Proses kebalikannya, yaitu perbedaan temperatur yang dihasilkan dari osilasi akustik, merupakan suatu fenomena yang masih terbilang baru. Proses ini umum disebut proses refrigerasi termoakustik. Penjelasan secara kuantitatif baru ditemukan tahun 1969 oleh Rott.

Komponen penyusun refrigerasi termoakustik?

Sistem refrigerasi termoakustik ini disusun oleh:
1.       Loudspeaker dan amplifier sebagai sumber gelombang akustik
2.       Tabung resonansi, dengan jenis terbuka-tertutup, yaitu terbuka pada salahsatu ujung, dan tertutup pada ujung yang lain.
3.       Stack. Stack merupakan komponen yang sangat vital pada sistem ini. Fungsinya mirip seperti kompresor pada sistem refrigerasi biasa. Pada stack inilah, terjadi kompresi dan ekspansi partikel udara akibat gelombang akustik yang beresonansi.
4.       Heat exchanger sebagai medium penyalur panas ke objek atau ke lingkungan. Ada dua jenis heat exchanger yang digunakan. Yang pertama adalah hot heat exchanger yang fungsinya sama dengan kondenser, yaitu membuang kalor dari partikel udara ke lingkungan. Yang kedua adalah cold heat exchanger dengan fungsi seperti evaporator, yaitu mengambil kalor dari objek yang ingin didinginkan.
5.       Partikel udara sebagai medium kalor internal sistem.

Cara kerja sistem Refrigrasi Termoakustik



Terdapat 4 langkiah dalam refrigerasi termoakustik

·         Tahap pertama merupakan tahap ketika terjadi kompresi pada partikel gas yang diiringi dengan peningkatan temperatur. Proses ini terjadi saat partikel gas berosilasi ke hot heat exchanger.
 
·         Tahap kedua yaitu ketika partikel melepaskan kalor di hot heat exchanger. Kalor tersebut dibuang ke lingkungan. 

·         Tahap ketiga adalah ekspansi pada partikel gas ketika partikel gas berosilasi ke cold heat exchanger. Pada saat yang bersamaan terjadi juga penurunan temperatur. 

·         Tahap yang terakhir yaitu saat partikel gas menerima kalor dari objek melalui cold heat exchanger. 

Dua dari empat tahap tersebut bersifat reversibel adiabatis (tahap 1 dan tahap 3). Dua tahap lainnya bersifat irreversible adiabatis.


Sabtu, 23 Juni 2012

Heat Pipe


Heat Pipe adalah sebuah teknologi penghantaran panas dengan menggunakan pipa berukuran tertentu yang berisi cairan khusus sebagai penghantar panas dari ujung yang panas (evaporator) ke ujung lain sebagai  pendingin (kondensor).  Pipa tersebut biasanya terbuat dari bahan aluminium, tembaga atau tembaga  berlapis nikel. Pada bagian dalam pipa terdapat wick sebagai saluran kembalinya fluida menuju evaporator.

Cara kerja Heat Pipe
Ketika cairan dalam pipa menguap, maka cairan menyerap kalor laten penguapan. Perbedaan tekanan antara evaporator dan kondenser menyebabkan uap mengalir melewati daerah adiabatik menuju kondenser yang mempunyai suhu lebih rendah. Disini uap mengalami pelepasan kalor laten penguapan, dan akan mengkondensi membentuk fase cair. Kemudian wick mengembalikan cairan tersebut menuju evaporator dengan menggunakan prinsip kapilaritas hingga siklus terbentuk terus menerus secara natural. 

Pada gambar dibawah ini menunjukan bahwa, evaporator yang berada pada salah satu ujung menyerap kalor yang menyebabkan cairan menguap, sementara pada ujung yang lain, kondenser melepas kalor yang menyebabkan uap mengembun. Pada bagian adiabatik yang terletak diantara keduanya merupakan penghubung dimana fluida kerja bersirkulasi. Adiabatik adalah keadaan dimana tidak terjadi (atau sangat kecil, dapat diabaikan) perpindahan kalor ke atau dari lingkungan ke sistem. 


Mekanisme Perpindahan Kalor


Komponen Heat Pipe
1.      Countainer
Logam tube, biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium. Memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi. Pipa/tube tersebut dapat ditekuk, di pipihkan dan diratakan.


2.      Fluida Kerja
Dapat berupa fluida dasar (air, helium, ethyleneglycol, ethanol, dll) atau fluida campuran (nano fluida dll). Pemakaian fluida campuran harus merupakan suatu fluida yang tidak menyebabkan deposit pada bagian dalam heat pipe yang dapat mengurangi kinerja heat pipe secara keseluruhan. Jenis fluida kerja bergantung dari rentang temperatur kerja dari aplikasi tersebut.
Dasar pemilihan fluida kerja :
          Kompabilitas dengan material heat pipe, terdapat cairan tertentu yang dapat merusak material heat pipe sehingga heat pipe harus didesain untuk menggunakan material tertentu.
          Kestabilan suhu cairan akan mempengaruhi proses penguapan pada cairan tersebut. Pada cairan tertentu dapat menguap pada suhu tertentu juga, pada saat suhu cairan sudah mencapai  titik  penguapan  maka  uap  panas  tersebut  akan  mengalir  pada  bagian pendinginan.
          Keterbatasan dari material pipa dan wick pada heat pipe.
          Tekanan uap yang dihasilkan tidak terlalu tinggi agar cairan tersebut dapat bekerja kembali pada suhu normalnya dan dapat kembali ke bagian penyerapan panas untuk menyerap panas kembali.
          Panas laten yang tinggi.
          Konduktivitas  cairan  yang  tinggi  sehingga  penyerapan  dapat  berlangsung  cepat dengan aliran  uap cairan yang minimal sehingga penyerapan panas oleh cairan dapat berlangsung secara bergantian.
          Viskositas uap.
          Tegangan permukaan yang tinggi.
          Fluida kerja masuk dalam rentang temperatur uap yang diinginkan.
3.      Wick
Wick merupakan sebuah media yang terpasang pada heat pipe yang difungsikan agar tercipta proses kapilaritas sehingga fluida kerja mampu bersirkulasi secara natural didalam heat pipe. Dalam hal ini wick mengalirkan fluida kerja dari kondenser agar kembali menuju evaporator. 



Efek penggunaan wick :
       Pompa tekanan tinggi ; dengan pori-pori kapilaritas yang kecil mengakibatkan tekanan kapilarita menjadi sangat besar sehingga mampu mendorong cairan ke evaporator.
       Permeability; dengan diameter pori yang lebih kecil maka hambatan aliran dan penurunan tekanan pada aliran menjadi lebih kecil sehingga keseimbangan antara tekanan kapilaritas  terjadi.
       Dengan meningkatkatnya kemampuan mentransfer kalor maka delta T (perbedaan suhu)  yg terjadi lebih kecil

Jumat, 11 Mei 2012

Pompa Aksial


Pompa aksial adalah salah satu alat yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari potensial rendah ke potensial yang lebih tinggi dengan menggunakan gerak putaran dari blades dan mempunyai arah aliran yang sejajar dengan sumbu porosnya.
            Persamaan-persamaan dasar teoritis dalam menganalisa karakteristik pompa aksial adalah:
1.      Persamaan kontinuitas
2.      Persamaan energi
3.      Persamaan momentum
4.      Persamaan sirkulasi
5.      Persamaan teori Kutta-Zhukowsky
Dengan menguraikan dan mensubstitusikannya dari persamaan itu akhirnya akan didapat karakteristik pompa aksial.
            Pompa aksial ini dapat juga digolongkan sebagai salah satu dari kinetik pump, karena perpindahan fluida di sini tidak disebabkan oleh perpindahan dari alat-alat yang digerakkan oleh tenaga kinetis yang berasal dari tenaga penggerak tersebut. Pada umumnya pompa aksial mempunyai dua bagian yang penting yaitu:
Casing    : yang meliputi rumah dan bantalan poros utama.
Blades   : yang terdiri dari runner blades (yang berputar) dan diffuser blades (blades yang diam).
Runner blades   : berfungsi menaikkan energi potensial fluida, karena dari sinilah terjadi perpindahan energi, dari energi mekanik menjadi energi fluida, dengan cara memberikan energi di kinetiknya kepada fluida.
Diffuser blades (Guide Vane)  : berfungsi merubah energi kinetik menjadi energi potensial fluida, dengan cara memberikan aliran fluida yang helical menjadi aliran yang lurus (straight flow) sepanjang sumbu pompa.

Cara Kerja Pompa Aksial
Karena adanya perputaran dari blade yang mempunyai kedudukan sudut tertentu sehingga tekanan dari sisi hisap blades pada daerah suction menjadi lebih rendah, akibatnya fluida mengalir ke sisi hisap, blades tersebut yang selanjutnya masuk ke sisi tekan blades, pada daerah discharge yang bertekanan lebih tinggi, dan dari sini fluida bergerak atau mengalir ke tempat yang bertekanan lebih rendah.

Pompa Aksial
Pada pompa aksial ini fluida mengalir pada suatu pipa yang sama sehingga dapat diasumsikan bahwa kecepatan aksial sebelum dan sesudah runner blades adalah sama. Dengan demikian semua teori pada pompa aksial selalu berdasarkan pada asumsi tersebut.
           

Sabtu, 31 Maret 2012

Flash Dryer

Flash Dryer adalah sebuah instalasi alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan adonan basah dengan mendisintregasikan adonan tersebut kedalam bentuk serbuk  dan mengeringkanya dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan.

Proses pengeringan yang terjadi di Flash dryer berlangsung dengan sangat cepat. kaan secara instan. Seperti asal katanya “flash” yang berarti kilat. Maka alat ini mengeringkan bahan yang dikeringkan dengan sangat cepat, dalam hitungan milisekon.

Berikut adalah skematik dari Flash Dryer


Cara Kerja Flash Dryer
Bermula dari Feed Mecanism, bahan yang akan dikeringkan dimasukan kedalam balance tank. Di dalam balance tank, bahan tersebut diaduk oleh stirer agar teragitasi yang bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang  homogen agar lebih mudah dialirkan pada proses selanjutnya. Setelah stirer, kemudian bahan melalui screw feeder yang akan mengangkut bahan tersebut ke dalam disintegrator. Screw Feeder inilah yang mengatur banyak sedikitnya bahan yang masuk kedalam disintegrator. Sebelum masuk kedalam disintegrator, pada ujung screw feeder, terdapat distributor, yang berbentuk "small nodule", yang berfungsi untuk memecah kembali bahan pengering agar tidak berbentuk gumpalan ketika memasuki disintegrator. Dengan adanya distributor ini, maka akan meringankan kerja disintegrator dalam memecahkan dan mengeringkan bahan. Karena setelah melewati distributor, bahan menjadi terurai kembali dan luas permukaannya juga meningkat. 

Dari Feed Mechanism, bahan memasuki proses Cage Mill Disintegrator, yang selanjutnya disebut dengan disintegrator. Jatung dari Flash Dryer adalah pada disintegrator. Pada bagian ini bahan dirubah dalam bentuk serbuk dan dipanaskan. Panas didapat dari hot air generator yang disalurkan kedalam disintegrator. Sekitar 70% pemanasan bahan terjadi didalam disintegrator. Dari disintegrator, melalui tekanan udara panas dari generator, bahan disalurkan ke drying duct. Pemanasan selanjutnya terjadi disini. Selang waktu yang dibutuhkan bahan yang dikeringkan untuk melewati dry duct sering disebut dengan residence time of drying. 

Kemudian bahan memasuki ruang yang disebut dengan cyclone untuk memisahkan antara bahan dan udara. Karena pengaruh gaya tangensial dan gravitasi, partikel-partiket tersebut jatuh kebawah dan masuk kepenampungan. Beberapa partikel yang sangat kecil terbawa oleh udara dan memasuki ruang bag filter.Disini udara dan partikel tersebut disaring kembali, sehingga udara yang keluar dari pipa pengeluaran dalam bentuk udara bersih. Partikel yang tertangkap oleh filter, disampaikan keruang penampungan bersama partikel sebelumya yang jauth pada ruang cyclone. 

Pada Flash Dryer terdapat dua blower pada sisi masuk dan sisi keluar, yang berfungsi untuk mendorong dan menarik udara untuk memastikan kelancaran aliran udara didalam Flas Dryer dan agar tidak terjadi tekanan balik atau presser drop. 

Aplikasi Flash Dryer
Flash Dryer cocok digunakan untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas.Flash Dryer tidak cocok digunakan untuk material yang dapat menyebabkan erosi pada alat dan berminyak. 
Penerapan : 
Digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan pada perusahaan
¢  Chemicals (pembuatan bahan Anorganik & Organik)
¢  Chemicals (pembuatan Pestisida dan Bahan Kimia Pertanian)
¢  Chemicals (pembuatan Zat warna dan Pigmen)
¢  Pupuk (pembuatan pupuk organik & anorganik)
¢  Keramik
¢  Industri Makanan
¢Industri Farmasi (untuk pembuatan obat-obatan herbal)